Kami ini adalah korban yang sudah sangat sengsara. Harap semua pihak, Lapindo serta Pemerintah memberikan penangan serius. Kalau tidak bunuh saja kami.
Cerita, di tabloid suara Lumpur porong edisi kemarin memang benar. Sekarang beri tujuan gimn warga yg terkena lumpur dan hampir terkena. Seperti desa saya. Anam babatan, besuki.
Saya berharap kpd Pemerintah agar lebih serius dlm menangani dampak social, dg menyelesaikan proses verifikasi (administrasi) asset. Tidak hanya bentuk ganti rugi cash & carry yg harus diperhatikan, tapi juga bntk2 yg lain sprti relokasi, dan aspirasi lanilla, krn semua jg bagian dr dampak semburan Lumpur Lapindo.
Salm kanggo dlur2 kabeh, khususe sing dadi korban Lpindo! Dulur kabeh singo no Sda, monggo melek’o mripat lan nuranimu iku! Ayo bareng2 merjuangno dulure awakdewe sing dadi sorban wong gede..!! meski nyowo taruhane dulur, nek perli REVOLUSI gedhen2 demi ambekane wong sak Sda. (wong cilik)
1/1 Para ulama dan da’i seantero ribut karna goyangan ngebor inul yg menghibur masyarakat luas, tapi jika PT. Lapindo salah teknis ngebor yg akhirnya rakyat luas sengsara, para ulama dan da’i hanya baca berita aja alias bengong, “BALADAH” artinya guwoblok *LALA SAPUTRA GINONJO BESUKI.
Lapindo membayar 100%, Insyaallah lumpur Lapindo tidak akan menyembur lagi, dan berhenti. Do’a orang yg hidup sengsara teraniaya gr2 Lapindo pasti berhasil. (Bambang Jatianom)
Semakin banyak beton yg diceburkan ke lubang lumpur semakin bnyk sumber dimana2 truss kapan lapindo bertanggung jawab atas derita rakyat. Tlng jangan janji kosong.
Wahai wasit pertandingan antara warga VS Lapindo, Belm cukupkah dirimu merampas hak2 rakyat jelata, sehingga kau ikut campur dan terkesan membela ke satu pihak..?!
Sluruh nusantara pun thu bahwa warna itu hitam. Mengana kau campur denan wrna putih? Atau jgn2 kau mencoba mencari keuntungan ya?
(Gapero siring)
Mei 3, 2007 pada 11:47 am
Saudaraku warga Perumtas Tg.angin, semoga sepulang dari Jakarta warga perumtas mendapat kejelasan. Hak-hak kita adalah nyawa kita.
Mei 3, 2007 pada 11:47 am
Hai, LAPINDO, sampai kpn kau ombang-ambing nasib kami???. Sabar itu ada batasnya bung….
Mei 3, 2007 pada 11:54 am
Kami ini adalah korban yang sudah sangat sengsara. Harap semua pihak, Lapindo serta Pemerintah memberikan penangan serius. Kalau tidak bunuh saja kami.
Mei 3, 2007 pada 11:54 am
Cerita, di tabloid suara Lumpur porong edisi kemarin memang benar. Sekarang beri tujuan gimn warga yg terkena lumpur dan hampir terkena. Seperti desa saya. Anam babatan, besuki.
Mei 3, 2007 pada 11:55 am
Tidak ada penanggulan didesa kami jika hak kami belum terbayar. (Warga siring).
Juni 5, 2007 pada 3:01 am
Saya berharap kpd Pemerintah agar lebih serius dlm menangani dampak social, dg menyelesaikan proses verifikasi (administrasi) asset. Tidak hanya bentuk ganti rugi cash & carry yg harus diperhatikan, tapi juga bntk2 yg lain sprti relokasi, dan aspirasi lanilla, krn semua jg bagian dr dampak semburan Lumpur Lapindo.
Juni 5, 2007 pada 3:02 am
Salm kanggo dlur2 kabeh, khususe sing dadi korban Lpindo! Dulur kabeh singo no Sda, monggo melek’o mripat lan nuranimu iku! Ayo bareng2 merjuangno dulure awakdewe sing dadi sorban wong gede..!! meski nyowo taruhane dulur, nek perli REVOLUSI gedhen2 demi ambekane wong sak Sda. (wong cilik)
Juni 5, 2007 pada 3:03 am
1/1 Para ulama dan da’i seantero ribut karna goyangan ngebor inul yg menghibur masyarakat luas, tapi jika PT. Lapindo salah teknis ngebor yg akhirnya rakyat luas sengsara, para ulama dan da’i hanya baca berita aja alias bengong, “BALADAH” artinya guwoblok *LALA SAPUTRA GINONJO BESUKI.
Juni 5, 2007 pada 3:03 am
Dlm edisi 2 itu bkn perumtas dua tapi permutas satu.
Juni 5, 2007 pada 3:04 am
Lapindo membayar 100%, Insyaallah lumpur Lapindo tidak akan menyembur lagi, dan berhenti. Do’a orang yg hidup sengsara teraniaya gr2 Lapindo pasti berhasil. (Bambang Jatianom)
Juni 5, 2007 pada 3:06 am
Wahai Bapak Presiden! Kalau memang bapak pemimpin negara yg amanah/profesinal bisakah bapak memerdekakan/membebaskan rkyat.
Juni 5, 2007 pada 3:10 am
Semakin banyak beton yg diceburkan ke lubang lumpur semakin bnyk sumber dimana2 truss kapan lapindo bertanggung jawab atas derita rakyat. Tlng jangan janji kosong.
Juni 5, 2007 pada 3:13 am
Wahai wasit pertandingan antara warga VS Lapindo, Belm cukupkah dirimu merampas hak2 rakyat jelata, sehingga kau ikut campur dan terkesan membela ke satu pihak..?!
Sluruh nusantara pun thu bahwa warna itu hitam. Mengana kau campur denan wrna putih? Atau jgn2 kau mencoba mencari keuntungan ya?
(Gapero siring)
Juni 5, 2007 pada 3:18 am
Urip susah mati wegah ngrasaake Lapindo, kpn urip iki koyok biyen? (warga kedung bendo)