Salam Redaksi – edisi ke-3

Ada yang berubah pada nama buletin ini. Atas usulan dari beberapa kerabat dan pembaca mengenai nama. Maka nama buletin yang semula “Suara Lumpur Porong” kami ubah menjadi “Suara Porong”. Hal ini disebabkan pemikiran bahwa lumpur tidak dapat bersuara, tetapi kami yang menjadi kurban lumpur yang dapat bersuara. Lumpurlah yang menyebabkan kami bersuara. Selain itu agar tidak tampak menjadi milik satu desa, maka kami gunakan nama Porong meski sebetulnya kurban lumpur bukan masyarakat Porong secara keseluruhan.

Dalam rangka refleksi satu tahun semburan lumpur Lapindo redaksi “Suara Porong” mengucapkan turut berbelasungkawa atas kesedihan tak berujung para korban dan mendukung apapun yang dilakukan oleh para korban untuk memperjuangkan hak yang telah di rampas akibat kecerobohan dan keserakahan tangan manusia Lapindo.

Redaksi mengucapkan permohonan maaf atas keterlambatan terbitan buletin “Suara Porong”. Kami yang juga korban tentu punya aktifitas terkait tuntutan yang tak bisa ditinggalkan. Semoga di edisi selanjutnya “Suara Porong” dapat terbit lebih cepat.

Dengan bersatu raihlah kemenangan bersama…!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.