Oleh : Arek Pussaka
Desa Dunganten Lor, kec. Tanggulangin
Pada awalnaya kami tidak begitu kuatir dengan keberadaan semburan lumpur Lapindo. Dikarenakan jarak antar titik semburan dengan tempat tinggal kami agak jauh, 3 Km lebih. Tetapi, sekarang luberan lumpur Lapindo itu semakin meluas dan semakin mendekati tempat tinggal kami. Hal yang membuat kami kuatir adalah apakah kami nantinya akan mengalami nasib yang sama seperti saudara-saudara kami yang terlebih dulu tergusur oleh lumpur Lapindo tersebut.
Padahal menurut pemahaman kami yang sangat awam soal lumpur, bahwa terjadinya semburan lumpur itu adalah akibat dari keserakahan manusia yang kurang bertanggung jawab. Mereka tidak bertanggungjawab atas ulahnya. Sehingga kami merasa seperti bangsa jin yang selalu mengalah melihat ulah manusia yang semakin lama semakin serakah. Sedangkan tanah dan bumi bangsa ini harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dan bukan untuk segelintir orang, penguasa dan pengusaha. Tanah pertiwi ini anugerah ilahi jangan kau kotori hanya demi kepentingan perut pribadi.
Kita ini punya anak, punya cucu sebagai generasi penerus keberlangsungan hidup di dunia ini. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kehidupan kami untuk masa yang akan datang. Dan kepada saudara-saudaraku sebangsa setanah air, janganlah kamu hanya berpangku tangan melihat saudara-saudara kita terkenah musibah semburan lumpur panas biadab Lapindo. Jika kita hanya diam kita semakin diinjak dan ditindas, kini saatnya kita bangkit dan bersatu menuntut hak-hak kita yang telah dirampas paksa oleh pihak Lapindo.
Kami tidak pernah mengerti dan juga tidak bisa memahami kekuatan hukum di negeri ini. Apakah hukum di negeri tercinta ini seperti hukum rimba, orang kuat yang berkuasa ataukah hukum alam jin, yang umurnya ratusan bahkan ribuhan tahun, siapa yang berkuasa seribu tahun itulah dia akan menjalankan kekuasaannya.
Kami serukan kepada bakul sate, bakul tempe, tukang sabung ayam sampai tukang pasang togel ayo kita bersatu dan bergabunglah untuk menuntut hak kalian. Menuntut kembali tanah kelahiran kita sebab kampung kelahiran kita telah hancur lebur diterjang oleh lumpur panas biadab Lapindo dengan kalimat Bismillahirohmanirrohim Allahu Akbar mari kita berjuang untuk menuntut hak dan melawan kebiadaban.***



![Lazy Lass [eXPLoReD] Lazy Lass [eXPLoReD]](http://static.flickr.com/7083/7272226034_3d95aba441_t.jpg)
