Jeritan tangismu
Sayatan luka darahmu
Rintihan sakitmu menggetarkan
Sampai ajal doamu di dengungkan
Dan begini Porong kelanjutan hidupmu
Jeritan tangismu
Sayatan luka darahmu
Rintihan sakitmu menggetarkan bumi dan langit
Sampai ajal dan doamu di dengar Sang Khaliq
Dan begini Porong kelanjutan hikmahnya…
Kini generasimu di porak porandakan kembali
Aku tertatih dalam memperjuangkan hak tanah moyangku
Mungkinkah wahai engkau pejabat mendengar rintihan sukmaku
Kapan… jawaban itu kau berikan padaku
Kalau berani dan lantang
Darah dan nyawa taruhannya
Satu tetes darahku jatuh
Seribu generasi akan tumbuh berbaur
Memperjuangkan hak dan tanahnya
Maju melangkah pantang mundur
Dalam keyakinan kebenaranku
Aku tidak bisa membantu sepenuhnya karena aku
Orang miskin. Tapi ada doa dan api perjuangan
Dariku untukmu
Saudaraku.
Pesanku hati-hatilah dalam perjuanganmu
Murnilah
Dan jangan sampai ditunggangi pihak pengecut lain
Selamat berjuang saudaraku
Semoga keberhasilan bersamamu.