Oleh: Lee Giman – Jatinom
Dengan tambah melubernya Lumpur Lapindo yang mengancam desa-desa di sekitar pusat semburan menimbulkan kepanikan dalam diri banyak warga yang menghuni beberapa desa yang sampai saat ini belum terkena lumpur. Akhirnya warga ketakutan, bagaimana kalau Lumpur Lapindo ini juga menengelamkan desanya. Pertanyaan semacam ini yang selalu menjadi beban bagi mereka? Bila desa mereka tenggalam apa tindakkan yang harus mereka lakukan? Apakah mereka akan mengalami masalah yang sama dengan warga yang sudah tenggelam desanya?
Dari sinilah warga harus dibangun kesadaran bahwa yang mereka hadapi sekarang adalah Lapindo. Akibat ulah para pejabat Lapindo dan pemerintah maka banyak warga yang menjadi sengsara. Apakah warga harus diam saja dan membiarkan lumpur panas menenggelamkan desanya ataukah menyelamatkannya desanya dari ancaman bahaya lumpur panas? Kalaulah warga memang tidak kuasa menahan luberan lumpur panas tersebut sehingga menenggelamkan desanya seperti halnya warga lain yang desanya sudah tenggelam saat ini. Apakah warga sudah siap menghadapi permasalahan-permasalahan seperti yang saat ini dihadapi oleh warga yang desanya sudah tenggelam?
Oleh karena itu, warga harus bisa mengambil tindakan-tindakan, mana yang lebih baik untuk menghadapi permasalahan semacam ini. Warga jangan menganggap bahwa uang ganti rugi yang besar sebagai suatu keberuntungan seperti beberapa warga di desa-desa yang sudah tenggelam. Jangan pernah terbuai oleh keputusan cash and carry, sebab masih banyak permasalahan yang akan dihadapi di kemudian hari akibat keputusan tersebut.
Apakah warga yang rumahnya belum tenggelam akan siap bila diperlakukan seperti warga yang rumahnya sudah tenggelam lumpur panas? Siap untuk hidup dipengungsian dengan banyak hal yang tidak sama seperti hidup di desa-desa asalnya. Pola hidup yang berubah. Ritme hidup yang tidak sama. Di tempat asal warga semestinya bisa mengatur kehidupan sehari-hari sesuai dengan waktu yang ditentutukan sendiri. Tapi di tempat pengungsian warga tidak bisa mengatur kehidupan seperti yang sudah dijalani sebelumnya. Hal-hal semacam inilah yang nantinya akan dihadapi oleh warga desa-desa tetangga. Apakah mereka mampu menghadapinya? Saat ini korban lumpur panas yang rumahnya sudah tenggelam urusanya sangat ribet. Pemerintah dan pihak Lapindo hanya memberi janji-janji yang disebarkan di media massa, seolah dengan apa yang mereka katakan semua sudah menyelesaikan masalah. Tapi banyak janji yang hanya tinggal janji.
Maka semua warga yang rumahnya belum tenggelam harus berjuang. Jangan mau kalian merelakan desamu ditenggelamkan. Jangan pernah rela ketentraman, kenyamanan, ketenangan dan keharmonisan kehidupan desamu diporak-porandakan oleh lumpur panas. Kita harus berjuang mempertahankan desa kita. Tempat kita dilahirkan. Mari kita terus berjuang.



![Lazy Lass [eXPLoReD] Lazy Lass [eXPLoReD]](http://static.flickr.com/7083/7272226034_3d95aba441_t.jpg)
