plesetan mzm 137

Di kios-kios pasar baru Porong, disanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita  mengingat Jatirejo, Siring, Mindi, Ronokenongo

Pada pohon-pohon mangga di tempat itu kita menggantungkan cangkul kita

Sebab di sanalah orang-orang yang mengusir kita dengan lumpur meminta kepada kita

Untuk tabah dalam becana, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta kita untuk bersuka cita: “Bukankah uang ganti rugi sudah sangat besar bagimu?”

Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian suka cita di kios-kios pasar baru Porong?

Jika aku melupakan engkau, hai Jatirejo, Mindi, Ronokenongo, Siring, biarlah menjadi kering tangan kananku!

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menjadikan tanah kelahiranku puncak suka citaku!

Ingatlah ya TUHAN kepada pemilik Lapindo-Brantas, yang pada hari pemusnahan Porong mengatakan: “Tenggelamlah, tenggelamlah oleh lumpur sampai ke dasarnya supaya dapat kukeruk tambangnya!”

Hai, Timnas, pemerintah, dan pemilik Lapindo Brantas, yang suka melakukan tekanan dan penipuan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kalian lakukan kepada kami

Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!

salam

gani
jangan ditanggapi serius namanya juga plesetan

Tinggalkan Balasan